Lampung Fokus Perbaikan Jalan 2026, Ruas Bandar Jaya–Mandala Jadi Prioritas

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, LAMPUNG TENGAH —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking ruas jalan Bandar Jaya-Mandala, Lampung Tengah, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menunjukan upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026.

Pada tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan pembangunan melalui 8 paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp306 miliar dan panjang penanganan jalan sepanjang 30,40 kilometer yang tersebar di sejumlah ruas strategis di Kabupaten Lampung Tengah.

Ruas Bandar Jaya-Mandala sendiri memiliki total penanganan efektif sepanjang 10,7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp95,98 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton dan flexible pavement atau aspal.

Dalam arahannya, Wagub Jihan menyebut bahwa pembangunan infrastruktur jalan saat ini dilakukan dengan upaya maksimal, termasuk melalui penyesuaian dan efisiensi anggaran lintas perangkat daerah.

“Karena itu saya minta kepada seluruh pelaksana dan pengawas agar mengerjakan sesuai kontrak kerja dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Namun demikian, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi tetap optimistis bahwa pembangunan jalan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau jalan kita bagus, roda ekonomi bergerak, insyaallah PAD meningkat dan kewajiban bisa kita penuhi,” ujarnya.

Wagub Jihan menambahkan Kabupaten Lampung Tengah menjadi prioritas karena memiliki panjang ruas jalan provinsi terpanjang sekaligus tingkat kerusakan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data, kondisi kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 86,49 persen menjadi 96,49 persen pada tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga menyoroti pentingnya peran drainase dalam menjaga kualitas jalan.

Ia menilai, banyak kerusakan jalan disebabkan oleh buruknya sistem aliran air.

“Masalah utama kita itu drainase. Air tidak mengalir sebagaimana mestinya, malah menggenang di jalan. Ini yang membuat jalan cepat rusak,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilik usaha di sepanjang jalan, untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, terutama dengan memastikan saluran air tetap berfungsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah menjelaskan bahwa ruas Bandar Jaya–Mandala merupakan ruas strategis dan menjadikannya ruas terpanjang kedua di Provinsi Lampung.

Menurutnya, tingkat lalu lintas harian rata-rata di ruas tersebut tergolong tinggi, mencapai lebih dari 10.000 satuan mobil penumpang per hari, sehingga menjadi salah satu jalur dengan aktivitas transportasi yang padat.

Ia menambahkan, kondisi kemantapan jalan di ruas tersebut saat ini telah mencapai sekitar 84 persen.

Namun, percepatan kerusakan terjadi cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat faktor teknis di lapangan.

“Kerusakan bertambah cepat karena kondisi topografi yang datar, sehingga aliran air lambat dan menyebabkan sedimentasi di saluran drainase. Akibatnya, air menggenang dan merusak badan jalan,” paparnya.

Selain itu, perkembangan kawasan di sepanjang jalan juga turut memengaruhi kondisi drainase.

Menurutnya, banyak saluran air tertutup akibat pembangunan ruko dan akses parkir yang tidak sesuai standar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya menerapkan dua pendekatan konstruksi, yakni rigid pavement (beton) dengan dan tanpa bahu jalan, disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Lebar jalan juga ditingkatkan dari sebelumnya 4,5 meter menjadi 6 meter guna mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya kendaraan berat.

“Dengan desain baru ini, kendaraan besar seperti truk dapat melintas dengan lebih aman dan lancar,” ujarnya.

Selain perbaikan struktur utama, Taufiq menyampaikan bahwa sebagian ruas dengan kerusakan ringan juga akan dilakukan overlay untuk memaksimalkan penggunaan anggaran.

Ia optimistis hingga akhir tahun 2026 kondisi kemantapan jalan di ruas Bandar Jaya–Mandala dapat mencapai 96 persen, meskipun masih menyisakan sekitar 1,4 kilometer yang akan ditangani pada tahun berikutnya.

“Target kita tahun ini sebagian besar selesai, sisanya akan kita lanjutkan di tahun depan agar ruas ini benar-benar tuntas,” pungkasnya.(LSI)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Penyampaian LKPJ 2025, Pemprov Lampung Perkuat Transparansi dan Sinergi dengan DPRD
Gubernur Lampung Apresiasi Peran STIT Darul Ishlah dalam Penguatan SDM
321 Pemda Dinilai Pasif, Kemendagri Tekankan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi
Harlah ke-80 Muslimat NU Jadi Momentum Penguatan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
90 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka 2026 Tingkat Provinsi Lampung
Marindo Kurniawan: Otonomi Daerah Kunci Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan
Sekolah Rakyat Jadi Strategi Penguatan SDM, Mensos Tinjau Pelaksanaan di Lampung Selatan
Lampung Perkuat Ekosistem Keinsinyuran, Gubernur Raih Predikat Terbaik

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:41 WIB

Lampung Fokus Perbaikan Jalan 2026, Ruas Bandar Jaya–Mandala Jadi Prioritas

Senin, 27 April 2026 - 14:23 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Pemprov Lampung Perkuat Transparansi dan Sinergi dengan DPRD

Senin, 27 April 2026 - 14:11 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Peran STIT Darul Ishlah dalam Penguatan SDM

Senin, 27 April 2026 - 12:48 WIB

321 Pemda Dinilai Pasif, Kemendagri Tekankan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi

Senin, 27 April 2026 - 11:55 WIB

Harlah ke-80 Muslimat NU Jadi Momentum Penguatan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru