321 Pemda Dinilai Pasif, Kemendagri Dorong Implementasi Enam Langkah Inflasi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir memberikan atensi terhadap pemerintah daerah (Pemda) yang belum melakukan enam langkah konkret pengendalian inflasi. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Kemendagri pada periode 20 April 2026 hingga 27 April 2026, tercatat 321 Pemda yang sama sekali belum melakukan upaya apa pun.

“Jadi, dia hanya bersifat menunggu, menanti nasib bagus. Hanya hadir pada rapat inflasi, tidak ada action-nya,” jelas Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Enam upaya konkret tersebut meliputi operasi pasar murah; sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang; kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan; gerakan menanam; merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT); serta dukungan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya dalam distribusi komoditas.

Tomsi mengungkapkan, pada periode tersebut, hanya 12 daerah yang melakukan enam langkah konkret secara lengkap. Daerah tersebut yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Tangerang, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Boalemo.

“Tentunya kami berharap mereka-mereka bisa menjadi lebih baik dengan melakukan upaya-upaya konkret,” ujar Tomsi.

Ia menyebutkan bahwa Kemendagri melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) selalu mendata upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemda setiap minggunya. Data tersebut berasal dari inspektorat kabupaten/kota yang mengecek upaya pengendalian inflasi di daerahnya.

Pengendalian ini penting karena berkaitan dengan harga bahan pangan. Tomsi menegaskan, salah satu tugas pemerintah adalah semaksimal mungkin menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, termasuk memastikan harga pangan terjangkau.

“Sekali lagi, kalau tidak berbuat, saya katakan tidak berbuat, terus kalau merasa berbuat tidak melaporkan, ya salahnya sendiri kenapa tidak laporan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tomsi pun menginstruksikan Itjen Kemendagri agar menyurati kepala daerah yang terdata belum melakukan langkah pengendalian inflasi.

“Jangan hanya hadir-hadir di rapat inflasi, tetapi setelah itu tidak turun ke pasar, tidak berbuat sama sekali,” tegasnya.

Forum tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah narasumber, yakni Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono. Hadir pula secara daring sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga lainnya. Rapat ini juga dihadiri secara daring oleh jajaran Pemda dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Sinkronisasi Pusat dan Daerah dalam Otonomi
Pembangunan KPP Papua Barat Daya Capai 100 Persen, Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemanfaatan
Tri Tito Karnavian Ajak Perempuan Lebih Berani Menyuarakan Penolakan terhadap Kekerasan
Mendagri: Penghargaan dan Insentif Fiskal Dorong Kinerja Optimal Pemda
Kemendagri Beri Insentif Fiskal bagi Daerah Berprestasi di Ajang 2026
Mendagri Tito KarnavianSoroti Pentingnya Infrastruktur dan Konektivitas untuk Sumbagsel
Pemerintah Genjot Rehabilitasi Rumah Penyintas Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Agus Fatoni: Pemda Harus Lakukan Terobosan Pendanaan untuk Percepat Pembangunan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:48 WIB

Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Sinkronisasi Pusat dan Daerah dalam Otonomi

Senin, 27 April 2026 - 13:50 WIB

321 Pemda Dinilai Pasif, Kemendagri Dorong Implementasi Enam Langkah Inflasi

Senin, 27 April 2026 - 11:45 WIB

Pembangunan KPP Papua Barat Daya Capai 100 Persen, Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemanfaatan

Minggu, 26 April 2026 - 19:47 WIB

Tri Tito Karnavian Ajak Perempuan Lebih Berani Menyuarakan Penolakan terhadap Kekerasan

Minggu, 26 April 2026 - 11:24 WIB

Mendagri: Penghargaan dan Insentif Fiskal Dorong Kinerja Optimal Pemda

Berita Terbaru