Wamenag Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bogor (Kemenag) — Kerukunan merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Tanpa persatuan yang kuat, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Hal itu disampaikan Wamenag dalam Dialog Kerukunan dan Penguatan Moderasi Beragama di Klenteng Ciu Liung Wang, Selasa (21/4/2026).

“Kerukunan bukan sekadar imbauan moral, tapi sudah menjadi agenda prioritas pembangunan nasional. Kita tidak bisa membangun bangsa ini jika tidak ditopang oleh persatuan yang kokoh,” ujar Wamenag.

Ia menilai, rumah ibadah memiliki peran strategis sebagai ruang yang menghadirkan kedamaian sekaligus memperkuat persaudaraan lintas iman. Karena itu, keberadaan klenteng dan tempat ibadah lainnya diharapkan menjadi titik temu yang menenangkan bagi siapa pun.

“Tempat ibadah harus menjadi ruang paling nyaman untuk menemukan kedamaian dan membangun persaudaraan. Dari sinilah harmoni sosial bisa tumbuh, dimulai dari lingkungan paling dekat,” lanjutnya.

Menurut Wamenag, kehidupan masyarakat di Pabuaran, Gunung Sindur, mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan yang menyatukan. Nilai ini, kata dia, tumbuh dari praktik moderasi beragama yang mengedepankan keseimbangan dan penghormatan terhadap perbedaan.

Wamenag juga menekankan pentingnya memperkuat empat hal dalam kehidupan bermasyarakat, yakni sikap saling menghormati dalam praktik keagamaan dan sosial, membangun empati serta solidaritas, mendorong dialog lintas agama yang terbuka, serta menjaga keadilan agar setiap warga merasa aman dan dihargai.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran luhur berbagai tradisi, termasuk dalam ajaran Khonghucu yang mengenal konsep Satya dan tepa salira. “Satya menekankan ketulusan dan kejujuran dalam membangun hubungan, sementara tepa salira mengajarkan kita untuk mampu menempatkan diri secara bijak dengan mempertimbangkan perasaan orang lain,” jelasnya.

Menurutnya, kedua nilai tersebut sangat relevan dalam memperkuat etika sosial masyarakat. Integritas yang dibangun melalui kejujuran, serta kepekaan sosial yang lahir dari empati, akan menciptakan kehidupan yang lebih teduh dan inklusif.

“Kalau nilai-nilai ini benar-benar kita praktikkan, maka masyarakat yang harmonis bukan sekadar harapan, tetapi bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya.(REL)

Sumber : Humas Kemenag

Berita Terkait

Stop Tawuran, Raih Prestasi! Gladiator Bogor Arena Vol. 2 Ubah Adrenalin Anak Muda Menjadi Prestasi
SBI Tebar 3.000 Pohon Lewat SERBU PACU, Wujud Nyata Komitmen Pelestarian Lingkungan
Mentrans Iftitah: Kunci Keberhasilan Hilirisasi Ada pada SDM yang Berorientasi Menuntaskan Misi
Temuan Emas 74 Kg Hebohkan Sentul, Polri Ungkap Nilai Aset Capai Rp476 Miliar
Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan
Festival Tetangga 2 Dorong Penguatan Karakter Warga Lewat Aktivitas Edukatif
Ketua MPR Hadiri Haul dan Milad Ponpes Mama Bakry Sadeng, Tekankan Nilai Persatuan
PSTI Jakarta Barat 2026–2030 Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Sepak Takraw di Ibu Kota

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Stop Tawuran, Raih Prestasi! Gladiator Bogor Arena Vol. 2 Ubah Adrenalin Anak Muda Menjadi Prestasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:38 WIB

SBI Tebar 3.000 Pohon Lewat SERBU PACU, Wujud Nyata Komitmen Pelestarian Lingkungan

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:58 WIB

Mentrans Iftitah: Kunci Keberhasilan Hilirisasi Ada pada SDM yang Berorientasi Menuntaskan Misi

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:43 WIB

Temuan Emas 74 Kg Hebohkan Sentul, Polri Ungkap Nilai Aset Capai Rp476 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:18 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:17 WIB