Pemda Diminta Tak Bergantung pada APBD, Kemendagri Dorong Skema Pembiayaan Alternatif

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) menegaskan pentingnya memperluas sumber pembiayaan pembangunan daerah melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan yang tidak lagi dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Agus Fatoni dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan Daerah bertajuk “Akselerasi, Transformasi, dan Implementasi Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah” yang diselenggarakan secara hybrid dari Grand Sahid Jaya Hotel, Kamis (16/4/2026).

Fatoni menekankan bahwa pemerintah daerah (Pemda) perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan peluang pembiayaan di luar APBD guna mempercepat realisasi program pembangunan.

Ia menjelaskan, sejumlah skema strategis yang dapat dimanfaatkan antara lain kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU), pemanfaatan corporate social responsibility (CSR), serta dukungan program dari kementerian dan lembaga.

“Pendanaan pembangunan tidak harus selalu bersumber dari APBD. Kolaborasi dan inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi skema pembiayaan alternatif sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam membangun koordinasi lintas sektor, memperkuat kemitraan, serta mengintegrasikan pembiayaan dengan perencanaan pembangunan.

Kemendagri mendorong Pemda untuk lebih proaktif, adaptif, dan strategis dalam mengakses berbagai sumber pembiayaan. Hal ini dilakukan agar tercipta ekosistem pembangunan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dengan pendekatan kolaboratif yang terstruktur, diharapkan percepatan pembangunan daerah dapat terwujud secara nyata dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk: Bandara Douw Aturure Buka Akses dan Dorong Ekonomi Daerah
Mendagri Apresiasi Kinerja Praja IPDN Bersihkan Dampak Banjir
Pemerintah Kucurkan Rp117,96 Miliar untuk Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah
Kasatgas PRR Tito Karnavian: Fasilitas Kesehatan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh
Bandara Douw Aturure Siap Layani Pesawat Boeing, Pemerintah Percepat Infrastruktur Papua Tengah
Tito Karnavian: Korupsi dan Inefisiensi Ancaman Serius Citra Pemerintah Daerah
Konsep Kota Sehat, Mendagri Ajak Pemda Perkuat Ruang Terbuka Hijau dan Pedestrian
Kerja Sama PT Mitra Patriot dan ICN Dukung Penataan Kabel Terintegrasi di Kota Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:44 WIB

Wamendagri Ribka Haluk: Bandara Douw Aturure Buka Akses dan Dorong Ekonomi Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 12:37 WIB

Mendagri Apresiasi Kinerja Praja IPDN Bersihkan Dampak Banjir

Selasa, 21 April 2026 - 19:57 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp117,96 Miliar untuk Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah

Selasa, 21 April 2026 - 15:58 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Fasilitas Kesehatan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Bandara Douw Aturure Siap Layani Pesawat Boeing, Pemerintah Percepat Infrastruktur Papua Tengah

Berita Terbaru

Jakarta

Lampung Dipercaya Menjadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:35 WIB