Wamendagri Minta Praktik Lingkungan Berbasis Masyarakat Direplikasi di Daerah

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Magelang — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong replikasi praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat yang diterapkan di Kampung Jambon Gesikan, Kota Magelang, sebagai model yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung kawasan Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (16/4/2026).

“Ini adalah salah satu contoh terbaik penataan kawasan permukiman dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kampungnya bersih sekali, ini yang dimaksud ASRI (aman, sehat, resik, indah). Harus seperti ini,” ujarnya.

Berbagai inovasi diterapkan, mulai dari pengelolaan melalui bank sampah, daur ulang, hingga pemanfaatan limbah menjadi kompos, maggot, urban farming, serta minyak jelantah yang diolah menjadi sabun.

Menurut Bima, keberhasilan penataan kawasan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat. Ia menyoroti keterlibatan aktif kepala daerah dalam memantau dan memotivasi warga, serta peran pengurus lingkungan yang mampu menjaga konsistensi sistem pengelolaan di tingkat komunitas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut telah berjalan secara terpadu dari hulu hingga hilir. “Mudah-mudahan ini bisa jadi role model,” katanya.

Bima menilai, praktik baik tersebut perlu diperluas secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas implementasi. Ia mendorong agar seluruh wilayah di Kota Magelang terlebih dahulu mengadopsi pola serupa sebelum direplikasi ke daerah lain.

“192 ini harus sama seperti ini,” tegasnya merujuk pada jumlah Rukun Warga (RW) di Kota Magelang.

Ke depan, ia berharap setiap wilayah mampu memiliki standar pengelolaan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi rujukan nasional dalam penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi, serta Ketua RW IV Kampung Jambon Gesikan.(LSI)

Sumber :Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Talk Show BPSDM, Kemendagri Soroti Integritas di Tengah Godaan Kekuasaan
Pemulihan Faskes Pascabencana, RS dan Puskesmas di Sumatera Kembali Normal
Satgas PRR Genjot Pendataan Huntap, 39 Ribu Unit Dibutuhkan di Sumatera
Wamendagri Ribka Haluk: Tata Kelola Kesehatan Jadi Kunci Sukses Program CKG di Papua
DPRD Diminta Perkuat Pengawasan Transformasi Birokrasi dan Program Presiden
Wamendagri Bima Arya: Program Nasional Harus Jadi Pengungkit Kemajuan Daerah
Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Segera Klasifikasikan Data Huntap Pascabencana
Mendagri Tito Karnavian Soroti Tingginya Kebutuhan Perumahan di Papua, Apresiasi Program PKP

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:55 WIB

Talk Show BPSDM, Kemendagri Soroti Integritas di Tengah Godaan Kekuasaan

Jumat, 17 April 2026 - 16:47 WIB

Wamendagri Minta Praktik Lingkungan Berbasis Masyarakat Direplikasi di Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 14:00 WIB

Pemulihan Faskes Pascabencana, RS dan Puskesmas di Sumatera Kembali Normal

Kamis, 16 April 2026 - 18:04 WIB

Satgas PRR Genjot Pendataan Huntap, 39 Ribu Unit Dibutuhkan di Sumatera

Kamis, 16 April 2026 - 17:56 WIB

Wamendagri Ribka Haluk: Tata Kelola Kesehatan Jadi Kunci Sukses Program CKG di Papua

Berita Terbaru