Sehari Boleh Gila Akan Hidupkan Mimpi Masa Kecil Jadi Energi Kreatif Baru

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Suasana tak biasa akan mewarnai perayaan Hari Seni Sedunia, Rabu (15/4/2026). Puluhan orang tampil dengan kostum nyentrik—mulai dari sayap, topeng, hingga pakaian profesi masa kecil—dalam gelaran “Sehari Boleh Gila” (SBG).
‎
Dari “keganjilan” itulah, forum seni lintas generasi ini kembali menyalakan mimpi masa kecil sebagai sumber kreativitas yang jujur dan autentik.
‎
Penggagas gagasan ini, Prof Drs M. Dwi Marianto, MFA, PhD, menegaskan bahwa mimpi masa kecil bukan sekadar kenangan.
‎
“Setiap orang punya mimpi masa kecil yang mendiami hati, pikiran, dan kalbu sang pemilik. Mimpi itu tak pernah bosan merengek, minta disapa, dan berperan sebagai pencatat sejarah tuannya,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Mimpi masa kecil itu penting, mata air ide yang tak ternilai harganya.”
‎
Tema “Spiritual Anarchy” dalam SBG 2026 menjadi ruang bebas bagi peserta mengekspresikan memori masa lalu.
‎
Mereka mengolah simbol, metafor, hingga bahasa visual untuk membongkar endapan pengalaman batin.
‎
“Ini bukan sekadar bermain imajinasi, tetapi proses mentransformasikan masa lalu menjadi kesadaran baru,” ungkap salah satu peserta yang sudah mendaftar di lokasi kegiatan.
‎
Koordinator kegiatan, Lejar Daniartana Hukubun, menyebut SBG sebagai ruang eksplorasi yang terus relevan.
‎
“Sehari Boleh Gila dapat menjadi media eksplorasi untuk menghasilkan kebaruan kreatif. Dalam kebebasan penuh, orang justru menemukan sisi paling autentik dari dirinya,” katanya.
‎
Ia menilai forum ini memberi ruang aman bagi siapa saja untuk berekspresi tanpa batasan.
‎
Sementara itu, pelaku seni sekaligus penggagas awal, Insanul Qisti Barriyah, mengingat perjalanan panjang SBG sejak 2007.
‎
“Kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang pembebasan, tempat manusia kembali bertemu dengan dirinya yang paling awal—mimpi masa kecil, ingatan lama, bahkan trauma yang bisa diolah jadi energi kreatif,” ujarnya.
‎
Seniman Heri Dono menilai SBG memiliki peran penting dalam lanskap seni rupa Indonesia.
‎
“Kehidupan kontemporer ditandai kemajemukan, tapi seni sering bergerak menyempit. SBG justru menghadirkan ruang inventif untuk mencari kemungkinan estetik baru,” katanya.
‎
Ia menegaskan, selama hampir dua dekade, SBG membuktikan bahwa kreativitas bisa lahir dari hal sederhana—keberanian untuk sesaat “gila” dan kembali memeluk mimpi masa kecil. (andriyani)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Cegah Banjir, Kodim Wonosobo Ajak Warga Bersihkan Saluran Mangli

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:54 WIB