HDSD 2026 DIY Guncang Kesadaran Publik, Inklusi Anak Down Syndrome

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANTUL – Perayaan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 di Yogyakarta berlangsung semarak dan penuh makna.
‎
‎Kegiatan bertajuk “Together Against Loneliness: Bersama Melawan Keterbatasan” ini digelar oleh PIK POTADS Yogyakarta bersama BPKP DIY dan FK-KMK UGM.
‎
‎“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi gerakan nyata membangun inklusi, Ketua PIK POTADS Yogyakarta, Siti Nurjanah, S.Pd. SD,  Sabtu (11/4/2026).
‎
‎Acara yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan BPKP DIY itu menghadirkan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, hingga keluarga anak Down Syndrome.
‎
‎“Kami ingin menciptakan ruang aman bagi semua untuk saling terhubung,” ujar salah satu penyelenggara.
‎
‎Kehadiran Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X atau Gusti Putri disebut sebagai bentuk dukungan kuat pemerintah terhadap inklusi sosial.
‎
‎Tak hanya seremoni, kegiatan ini juga menghadirkan layanan kesehatan langsung. Pemeriksaan telinga oleh dokter spesialis THT menjadi salah satu sorotan.
‎
‎“Gangguan pendengaran pada anak Down Syndrome sering terabaikan, padahal berdampak besar,” jelas tenaga medis di lokasi.
‎
‎Ia menambahkan, deteksi dini sangat penting untuk mendukung perkembangan komunikasi anak.
‎
‎“Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak berkembang optimal,” ujarnya. Layanan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi praktis bagi orang tua yang hadir.
‎
‎Sesi talkshow juga menyedot perhatian peserta. dr. Lulus Hardiyanti menekankan pentingnya rehabilitasi berbasis fungsi.
‎
‎“Intervensi dini dan pendekatan multidisiplin adalah kunci kemandirian anak,” ujarnya.
‎
‎Moderator dr. Camelia Herdini menambahkan, “Peran orang tua tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak.”
‎
‎Tak kalah menarik, panggung kreativitas anak Down Syndrome memukau hadirin. Mulai dari tari tradisional, musik angklung, hingga fashion show ditampilkan penuh percaya diri.
‎
‎“Mereka bukan hanya mampu, tapi juga bisa berprestasi,” kata salah satu orang tua.
‎
‎Melalui kegiatan ini, semua pihak sepakat bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang harus terus diperjuangkan. (andriyani)
‎

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Cegah Banjir, Kodim Wonosobo Ajak Warga Bersihkan Saluran Mangli

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:54 WIB