Soroti Dugaan Pelanggaran, Rekrutmen PUPKP Jogja Diminta Dievaluasi

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Anggota Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Santoso, menyampaikan keprihatinan serius terkait sistem rekrutmen dan status hubungan kerja tenaga lapangan di Dinas PUPKP Kota Yogyakarta.
‎
Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi melanggar aturan ketenagakerjaan dan merugikan para pekerja.
‎
“Kami melihat ada persoalan mendasar yang harus segera dievaluasi,” tegasnya Senin (6/4/2026).
‎
Menurut Santoso, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan dalam pemenuhan hak pekerja, khususnya terkait Tunjangan Hari Raya (THR).
‎
Ia mengungkapkan, sekitar 19 pekerja Penerangan Jalan Umum (PJU) hanya menerima THR sebesar Rp500.000, sementara 24 pekerja Satgas Trotoar menerima Rp700.000.
‎
“Nilai ini jauh dari ketentuan normatif yang berlaku,” ujarnya.
‎
Pihak Dinas PUPKP melalui Kepala Dinas, Umi, menyebut pekerja PJU berstatus tenaga swakelola sehingga tidak tersedia anggaran THR.
‎
Sementara itu, pekerja Satgas Trotoar disebut sebagai tenaga kontrak berbasis output pekerjaan.
‎
“Artinya, mereka tidak dihitung seperti pekerja formal lainnya,” kata Santoso menirukan penjelasan dinas.
‎
‎Namun, Santoso menilai alasan tersebut justru memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dengan regulasi ketenagakerjaan.
‎
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, PP Nomor 36 Tahun 2021, serta Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR.
‎
“Setiap pekerja yang memenuhi unsur pekerjaan, upah, dan perintah, berhak atas THR secara proporsional,” tegasnya.
‎
‎Ia juga menyoroti potensi praktik “disguised employment” atau penyamaran hubungan kerja untuk menghindari kewajiban hukum.
‎
‎Santoso mendesak Pemkot Yogyakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan THR secara layak, serta melibatkan pengawas ketenagakerjaan.
‎
“Pekerja adalah rakyat yang harus dilindungi, bukan justru dipinggirkan,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Cegah Banjir, Kodim Wonosobo Ajak Warga Bersihkan Saluran Mangli

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:54 WIB