JOGJAOKE.COM, Kota Serang – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, Dr. H. Komarudin, menegaskan pentingnya peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat.
Komarudin menyebutkan, selama bulan Ramadan, Baznas menjadi aktor utama dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan, termasuk safari Ramadan yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Selama Ramadan ini aktornya Baznas. Kegiatan safari Ramadan bersama Baznas terasa lebih bermakna dan perlu kita pertahankan serta tingkatkan secara masif agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Banten,” ujarnya dalam sambutan pada acara halal bihalal Baznas Provinsi Banten yang digelar Selasa, (31/3/2026).
Ia menambahkan, Baznas sebagai lembaga yang memiliki kedekatan dengan pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan program dan visi misi kepala daerah, khususnya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, posisi Baznas tidak dapat dipisahkan dari unsur pemerintah karena memiliki peran penting dalam tata kelola zakat, infak dan sedekah yang sejalan dengan kebijakan daerah.
“Baznas sering disebut sebagai organisasi yang ‘trahnya’ pemerintah. Oleh karena itu, harus menjadi bagian dari pemerintah daerah dalam menyelaraskan program, terutama dalam distribusi zakat dan sedekah sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Komarudin juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan terus memberikan dukungan kepada Baznas, salah satunya melalui pemberian hibah sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat peran lembaga.
Selain itu, ia menyoroti delapan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten, seperti Banten Sehat dan Banten Cerdas, yang salah satunya difokuskan pada pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ia menjelaskan, masih terdapat masyarakat di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun tempat tinggal.
“Masih ada masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap, tinggal di rumah tidak layak, bahkan hidup sendiri. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tandasnya.
Untuk itu, Pemprov Banten bersama Baznas terus memadukan program guna mendukung target pemerintah pusat dalam menekan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai nol persen.
“Sinergitas antara pemerintah dan pengurus Baznas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menjadi kunci agar ke depan kemiskinan ekstrem di Banten dapat dihapuskan,” tegasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)






