Kemendagri Siapkan Program Afirmasi 2025–2029, Wamendagri Akhmad Wiyagus: Desa Tertinggal Harus Jadi Motor Kesejahteraan

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program pusat dan daerah serta penguatan tata kelola desa. Menurutnya, langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan tercapainya pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di seluruh wilayah.

“Kami memastikan setiap program prioritas Presiden, mulai dari swasembada pangan hingga penghapusan kemiskinan ekstrem, terintegrasi dalam perencanaan pembangunan di tingkat daerah dan desa,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Wiyagus menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi daerah tertinggal, seperti keterbatasan kapasitas fiskal, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang belum memadai. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan program afirmasi dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

Program tersebut mencakup penguatan kapasitas aparatur desa di wilayah tertinggal dan sangat tertinggal agar lebih profesional dan kompeten. Selain itu, melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pemerintah akan memberikan pelatihan manajemen strategis kepada 1.200 camat serta membangun 20 unit kantor di lokasi prioritas guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah juga akan meluncurkan program BERAKSI (Berdaya, Akuntabel, Sinergis) untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan desa dengan agenda prioritas nasional.

“Program ini juga menyasar penguatan layanan dasar melalui optimalisasi Posyandu untuk penurunan stunting serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Wiyagus.

Ia menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus memberikan pendampingan teknis agar desa-desa di wilayah tertinggal tidak berjalan sendiri. Ia berharap desa-desa tersebut dapat berperan sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih merata menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Rakor Percepatan Perumahan, Mendagri Muhammad Tito Karnavian Tekankan Peran Strategis MPP dalam Program Tiga Juta Rumah
Mendagri Muhammad Tito Karnavian Soroti Peran Strategis Kepala Daerah dalam Menekan Timbunan Sampah di TPA
Strategi Hulu-Hilir dan Ekonomi Sirkular Jadi Fokus Rakornas Pengelolaan Sampah 2026
Progres KIPP Tiga DOB Signifikan, Papua Pegunungan Didorong Percepatan Dokumen FS dan Master Plan
Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Dinilai Krusial Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Ribka Haluk Tegaskan Percepatan dan Perbaikan Tata Kelola Penyaluran Dana Otsus
Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Berjenjang bagi Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Komprehensif bagi Penyintas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:38 WIB

Rakor Percepatan Perumahan, Mendagri Muhammad Tito Karnavian Tekankan Peran Strategis MPP dalam Program Tiga Juta Rumah

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:14 WIB

Kemendagri Siapkan Program Afirmasi 2025–2029, Wamendagri Akhmad Wiyagus: Desa Tertinggal Harus Jadi Motor Kesejahteraan

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:50 WIB

Strategi Hulu-Hilir dan Ekonomi Sirkular Jadi Fokus Rakornas Pengelolaan Sampah 2026

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:47 WIB

Progres KIPP Tiga DOB Signifikan, Papua Pegunungan Didorong Percepatan Dokumen FS dan Master Plan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:48 WIB

Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Dinilai Krusial Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Berita Terbaru