‎Hari Kacang Sedunia, Profesor UWM Serukan Revolusi Pangan

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Ilmu Pangan UWM Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P.,

Guru Besar Ilmu Pangan UWM Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P.,

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Peringatan Hari Kacang-kacangan Sedunia setiap 10 Februari jadi momentum penting menyoroti peran strategis kacang bagi gizi dan ketahanan pangan.
‎
Guru Besar Ilmu Pangan UWM Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., menegaskan komoditas ini tak boleh lagi dipandang sebelah mata.
‎
“Kacang-kacangan adalah kunci pangan berkelanjutan yang sering diabaikan,” ujarnya.
‎
Menurut Ambar, kacang kaya protein nabati, serat, vitamin, mineral, hingga senyawa bioaktif yang penting bagi tubuh.
‎
Konsumsi rutin kacang disebut berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.
‎
“Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kacang relevan untuk mengatasi beban ganda gizi, kekurangan dan kelebihan sekaligus,” katanya.
‎
Ia menyoroti, di tengah kasus stunting, anemia, dan kerawanan pangan, kacang menjadi sumber gizi terjangkau.
‎
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), lanjutnya, juga menilai kacang berpotensi mengatasi kurang gizi sekaligus menjaga keterjangkauan pangan.
‎
“Ini solusi lokal dengan dampak global,” tegasnya.
‎
Dari sisi lingkungan, Ambar menyebut kacang lebih ramah iklim karena emisi gas rumah kacanya lebih rendah dibanding protein hewani.

Tanaman kacang juga mampu memperbaiki kualitas tanah melalui fiksasi nitrogen dan relatif tahan terhadap iklim ekstrem.
‎
“Artinya, kacang bukan hanya sehat untuk manusia, tetapi juga untuk bumi,” ujarnya.
‎
Ia mendorong penguatan komoditas kacang lokal seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah melalui kebijakan sistemik dan inovasi industri.
‎
“Hari Kacang Sedunia harus jadi refleksi perubahan pola konsumsi dan arah pembangunan pangan nasional yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

(waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru