Tak Hanya Pertanian, Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Multisektor di Kawasan Transmigrasi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kementerian Transmigrasi menempatkan 1.299 kepala keluarga (KK) warga lokal melalui program Trans Lokal di 10 lokasi sepanjang 2025. Program ini difokuskan untuk memperkuat peran masyarakat sekitar kawasan transmigrasi agar dapat tumbuh dan berkembang di wilayahnya.

“Program Trans Lokal ini mayoritas melibatkan masyarakat sekitar kawasan. Jadi bukan pendatang dari jauh, tetapi warga lokal yang kami perkuat hak dan kapasitasnya agar bisa tumbuh bersama di wilayahnya sendiri,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (3/2).

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kementerian Transmigrasi memperkuat hak transmigran melalui peningkatan catu pangan dan perbekalan. Catu pangan (bantuan beras dan non beras) naik sebesar 29 persen, dari Rp2,4 juta menjadi Rp3,1 juta per KK per bulan selama satu tahun. Sementara itu, nilai perbekalan meningkat sekitar 53 persen, dari Rp16,0 juta menjadi Rp25,6 juta per KK.

“Selain catu pangan dan alat produksi, kami juga memperkuat layanan dasar dan bantuan kelembagaan agar masyarakat transmigrasi mampu mengembangkan ekonomi dan memberdayakan diri secara berkelanjutan,” kata Menteri Iftitah.

Kementerian Transmigrasi juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup transmigran. Salah satunya melalui perbaikan standar rumah tinggal. Ke depan, rumah transmigran tidak lagi dibangun dengan tipe 36 dengan satu kamar, melainkan ditingkatkan menjadi tipe 45 dengan dua kamar tidur.

“Kualitas hidup tidak boleh ditawar. Transmigrasi harus bermartabat. Orang tua dan anak harus bisa tidur terpisah dengan nyaman. Ini penting secara psikologis dan untuk pendidikan karakter,” ungkap Mentrans.

Kementerian juga mengevaluasi pola tata ruang permukiman, khususnya jarak antarrumah yang terlalu berjauhan. Menurut Menteri Iftitah, jarak yang terlalu jauh cenderung membentuk pola hidup individualis. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penataan kawasan yang lebih mendukung kehidupan sosial dan semangat gotong royong, termasuk dalam pengelolaan lahan usaha bersama.

Dari sisi ekonomi, pengembangan kawasan transmigrasi kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertanian. Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi multisektor sesuai potensi wilayah, termasuk sektor kelautan dan perikanan di kawasan pesisir.

“Bantuan kapal bukan sekadar alat, tapi pengungkit pendapatan masyarakat pesisir. Ini bukti bahwa transmigrasi bukan hanya relokasi penduduk, melainkan memastikan setelah berpindah tempat, masyarakat tetap produktif dan memiliki pekerjaan,” kata Mentrans.

Melalui kebijakan ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menjadikan transmigrasi sebagai instrumen pembangunan kawasan yang adil, inklusif, dan berpihak pada peningkatan hak serta martabat masyarakat lokal. (nr)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Promosikan Produk Lokal Lampung di Ajang Internasional, Batin Wulan Bawa Mocaf & Ikan Cobia Mendunia!
BAZNAS Kota Yogyakarta Sabet Penghargaan Nasional, Abd Samik Tegaskan Amanah
IAS Group Raih Apresiasi dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Harumkan Nama Lampung, Gubernur Mirza Kembali Sabet Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Inovasi Zakat
Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026
Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global
Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Promosikan Produk Lokal Lampung di Ajang Internasional, Batin Wulan Bawa Mocaf & Ikan Cobia Mendunia!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21 WIB

BAZNAS Kota Yogyakarta Sabet Penghargaan Nasional, Abd Samik Tegaskan Amanah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:14 WIB

IAS Group Raih Apresiasi dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harumkan Nama Lampung, Gubernur Mirza Kembali Sabet Grand BAZNAS Awards 2026 Berkat Inovasi Zakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pemkab Sleman Guyur Rp125 Juta untuk Atlet Pelajar Berprestasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:16 WIB

Yogyakarta

UWM dan DP3AP2 DIY Bongkar Bahaya Kekerasan Berbasis Gender

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:56 WIB