Kemendagri Perkuat Basis Data Kemiskinan lewat Digitalisasi Bansos 2026

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan melalui perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di 40 wilayah percontohan (piloting) pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menciptakan transparansi data dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan memastikan keamanan sistem perekaman KTP bagi masyarakat, termasuk di wilayah percontohan. Hal ini mengingat KTP menjadi basis penyusunan data penerima bansos.

Lebih lanjut, Ribka menjelaskan bahwa program perluasan piloting digitalisasi penyaluran bansos bertujuan menguji kesiapan infrastruktur dan akurasi data di tingkat daerah sebelum diterapkan secara nasional. Sebanyak 40 wilayah dipilih berdasarkan kesiapan jaringan internet dan komitmen Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing wilayah. Jumlah daerah tersebut nantinya akan dibagi ke dalam tujuh wilayah koordinasi di bawah pengawasan kementerian dan lembaga terkait.

“Kami berharap Bapak dan Ibu gubernur, bupati, dan wali kota dapat mendukung penuh pelaksanaan piloting digitalisasi bansos ini, mengingat perluasan piloting menjadi bagian dan tahapan penting untuk menguji kesiapan, keandalan, dan keakuratan sasaran penerima bantuan sosial,” kata Ribka saat Rapat Sosialisasi Digitalisasi Bansos kepada 40 Daerah Perluasan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ribka menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan instrumen strategis untuk memetakan warga miskin secara lebih jelas. Dengan data yang terkonsolidasi, pemerintah pusat dan daerah dapat bergerak lebih sinkron dalam melakukan intervensi penanggulangan kemiskinan dari level paling bawah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi penyaluran bansos tidak hanya bergantung pada peran Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah (Pemda). Terlebih, inisiatif tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden keenam, yakni “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”.

Ribka juga mengimbau daerah yang menjadi wilayah percontohan tahun 2026 agar dapat belajar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi diketahui lebih dahulu menjadi daerah percontohan pada tahun 2025 dan dinilai berhasil dalam pelaksanaan digitalisasi penyaluran bansos.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta perwakilan kementerian dan lembaga lainnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga
Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden
Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan
Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda
Wujudkan Cita-Cita Generasi Muda, Wamendagri Bima Arya Dorong Optimalisasi Sekolah Rakyat di Daerah
Percepat Rehabilitasi Sumatera, Pemerintah Targetkan Penuntasan Huntap dan Pemulihan Ekonomi Nelayan
Cegah Kebocoran Anggaran Daerah, Wamendagri Wiyagus Minta Kualitas Audit Forensik Ditingkatkan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda

Berita Terbaru

Yogyakarta

Sekda Sleman Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Panik

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:38 WIB