DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan melakukan pelacakan aktif terhadap penderita tuberkulosis (TBC) guna menekan potensi penularan yang lebih luas di masyarakat.(Dibuat dengan AI)

Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan melakukan pelacakan aktif terhadap penderita tuberkulosis (TBC) guna menekan potensi penularan yang lebih luas di masyarakat.(Dibuat dengan AI)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Dinkes kabupaten/kota melakukan pelacakan aktif terhadap penderita tuberkulosis (TBC) guna menekan potensi penularan yang lebih luas di masyarakat.

Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, sepanjang 2025 tercatat sekitar 6.360 orang di DIY terdiagnosis TBC. Seluruh kasus tersebut menjadi sasaran pelacakan oleh Dinkes kabupaten/kota dengan pendampingan provinsi.

“Yang 6.360 orang itu tentu akan dilakukan tracing. Fokusnya pada orang-orang terdekat yang memiliki kontak erat, terutama anggota keluarga satu rumah,” kata Anung di Yogyakarta, Selasa.

Pelacakan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC terhadap mereka yang berisiko. Langkah ini ditempuh untuk memutus mata rantai penularan sedini mungkin.

Menurut Anung, bila dari hasil penelusuran ditemukan adanya kontak dengan penderita TBC, maka yang bersangkutan akan diberikan terapi pencegahan. Terapi ini bertujuan mencegah kuman penyebab TBC berkembang menjadi penyakit aktif.

“Gejala TBC biasanya baru muncul sekitar dua hingga tiga bulan setelah tertular, itu pun sangat bergantung pada daya tahan tubuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada orang dengan imunitas tubuh yang baik, kuman TBC dapat berada dalam kondisi laten atau “kuman tidur” tanpa menimbulkan gejala. Namun, ketika daya tahan tubuh menurun, kuman tersebut dapat aktif dan memicu penyakit.

Karena itu, Anung mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak erat dengan penderita TBC yang sudah terkonfirmasi positif serta mendukung upaya pelacakan yang dilakukan petugas kesehatan.

“Kami sudah memiliki alamat penderita dan bekerja sama dengan kabupaten/kota untuk melakukan tracing. Di Kulon Progo, misalnya, pelacakan sudah berjalan. Ini dilakukan secara aktif untuk menemukan masyarakat berisiko dan segera dilakukan pemeriksaan,” katanya. (ihd)

Berita Terkait

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia
Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026
Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028
Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM
Sri Sultan: Pers Diuji Keteguhan Etika di Era Pasca-Kebenaran
Pemda DIY Perluas Akses Sertifikasi Halal untuk Dongkrak Daya Saing UMKM
Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta
Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Sri Sultan Tekankan Integritas dan Pelayanan Kalurahan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:13 WIB

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:41 WIB

Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:17 WIB

DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan

Senin, 2 Februari 2026 - 18:20 WIB

Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028

Senin, 26 Januari 2026 - 20:32 WIB

Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM

Berita Terbaru