Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Tunjukkan Kemajuan Nyata

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kerja kolaboratif lintas sektor telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).

Di Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 wilayah sempat terdampak bencana. Hingga kini, lima daerah telah kembali normal, yakni Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, enam daerah lainnya sudah berada pada fase mendekati normal, yaitu Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Sejumlah wilayah lain masih menjadi perhatian khusus. Namun, perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dikebut. Layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, serta distribusi gas LPG juga terus dipulihkan secara bertahap. Normalisasi sungai di beberapa titik turut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi ke depan.

Di Sumatera Utara, progres pemulihan juga menunjukkan percepatan yang signifikan. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, lima daerah telah kembali normal, yakni Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara.

Selain itu, 11 kabupaten lainnya sudah berada pada tahap mendekati normal. Meski masih ada wilayah yang memerlukan perhatian khusus, seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, secara umum aktivitas pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat telah kembali berjalan.

Sementara itu, di Provinsi Aceh, pemulihan memang membutuhkan kerja yang lebih keras. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, satu daerah telah pulih sepenuhnya, sementara sembilan daerah lainnya berada pada fase mendekati normal.

Di wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, akses jalan yang sempat terputus kini mulai terbuka melalui jembatan sementara, sehingga distribusi logistik kembali berjalan. Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada penguatan stok pangan di wilayah ini.

“Daerah-daerah ini perlu kita perkuat stok logistik hingga tiga bulan sebagai langkah antisipasi,” tegas Tito.

Sementara itu, di wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, upaya pembersihan endapan lumpur terus dilakukan secara masif dengan melibatkan ribuan personel TNI, Polri, sekolah kedinasan, dan masyarakat.

Secara umum, layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan. SPBU di kabupaten/kota terdampak bencana telah kembali beroperasi, distribusi energi terus distabilkan, layanan air bersih dan gas LPG berangsur normal, serta aktivitas pemerintahan di hampir seluruh daerah telah kembali berjalan.

Normalisasi sungai di berbagai wilayah juga menjadi perhatian utama sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi risiko bencana ke depan.

“Contoh penyelesaian persoalan sungai ada di Tapanuli Tengah. Sungai itu dikerok dan dibuatkan tanggul pada sebelah kanan dan kirinya,” jelas dia.

Dengan tren pemulihan yang terus menguat, pemerintah optimistis rehabilitasi pascabencana di Sumatera akan terus menunjukkan kemajuan nyata dan berkelanjutan, hingga kehidupan masyarakat benar-benar kembali pulih dan bergerak normal.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga
Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden
Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan
Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda
Wujudkan Cita-Cita Generasi Muda, Wamendagri Bima Arya Dorong Optimalisasi Sekolah Rakyat di Daerah
Percepat Rehabilitasi Sumatera, Pemerintah Targetkan Penuntasan Huntap dan Pemulihan Ekonomi Nelayan
Cegah Kebocoran Anggaran Daerah, Wamendagri Wiyagus Minta Kualitas Audit Forensik Ditingkatkan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Perkuat Tata Kelola Daerah, Kemendagri Minta Pemda Pangkas Aturan Berbelit yang Memberatkan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kunci Sukses Program Pemerintah: Mendagri Tito Tegaskan Pentingnya Kekompakan Sesuai Arahan Presiden

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ketua Umum TP Posyandu: Kader Adalah Ujung Tombak, Pelindungan Perempuan dan Anak Harus Diperkuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kebijakan Daerah yang Seimbangkan Ekonomi dan Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pacu Ekonomi Daerah 8 Persen, BSKDN Kemendagri Optimalkan Tata Kelola dan Inovasi Pemda

Berita Terbaru

Yogyakarta

Sekda Sleman Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Panik

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:38 WIB