Tanam Padi Serentak 2026, Pemprov Lampung Targetkan Produksi 3,3 Juta Ton

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung turut ambil bagian dalam gerakan Tanam Padi Serentak Nasional Masa Tanam I Tahun 2026. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir langsung pada kegiatan tanam padi serentak bersama Kodam XXI/Raden Inten dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kartika Bina Tani Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas dengan total luas tanam sekitar 500 hektare. Gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong percepatan peningkatan produksi padi di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Wagub Jihan menegaskan, sektor pangan merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peningkatan produksi tidak dapat dibebankan hanya kepada petani, melainkan memerlukan keterlibatan aktif pemerintah, TNI, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Urusan pangan adalah urusan bersama. Pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani harus bergerak satu barisan untuk mencapai satu tujuan,” ujar Jihan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, produksi padi Lampung pada 2025 meningkat signifikan. Dari sekitar 2,79 juta ton pada 2024, produksi naik menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau bertambah sekitar 408 ribu ton. Dengan capaian tersebut, Pemprov Lampung menargetkan produksi padi mencapai 3,3 juta ton pada 2026 melalui penguatan sinergi program pusat dan daerah.

Kemudian Wagub Jihan juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Pemprov Lampung mendorong penggunaan pupuk organik cair untuk menjaga kesuburan tanah, menekan biaya produksi, serta memastikan produktivitas jangka panjang.

“Tanah yang sehat akan menghasilkan panen yang stabil dan menurunkan beban petani. Ini investasi jangka panjang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Lampung menyalurkan berbagai bantuan alat dan sarana pertanian. Bantuan meliputi tiga unit rotavator untuk Brigade Pangan Tani Makmur, Laskar Milenial, dan Brigade Laskar Tani Muda; empat unit traktor roda empat untuk Brigade Pangan Karya Muda I dan II; serta bantuan benih padi kepada sejumlah gapoktan dan kelompok tani.

Wagub Jihan berpesan agar seluruh bantuan dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci percepatan tanam dan peningkatan hasil panen.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Provinsi Lampung saat ini menempati peringkat keenam nasional dalam produksi padi. Melalui gerakan tanam padi serentak ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah.

Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa tanam padi serentak 2026 merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. TNI AD melalui Kodam berkomitmen mendampingi petani dalam pengelolaan lahan, termasuk pada kegiatan tanam seluas sekitar 500 hektare yang melibatkan ratusan petani di Lampung Timur.

Pangdam juga mendorong peningkatan produktivitas padi, khususnya varietas Inpari 32 Jumbo, yang ditargetkan mampu menghasilkan 8 ton per hektare dan dikembangkan hingga 10–12 ton per hektare melalui dukungan riset, teknologi, dan inovasi bibit.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Elyana mengapresiasi pendampingan TNI dalam sektor pertanian di wilayahnya. Program pendampingan saat ini mencakup lahan sekitar 2.396 hektare dan direncanakan diperluas ke kecamatan lain. Ia menegaskan bahwa meskipun daerah menghadapi tekanan fiskal pada 2025–2026, komitmen terhadap sektor pertanian tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui program cetak sawah, optimalisasi lahan, dan Brigade Pangan menjadi penguat utama di tengah keterbatasan anggaran daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, TNI, Kejaksaan melalui Petani Mitra Adhyaksa, serta petani dinilai mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan ditutup dengan penanaman benih padi secara serentak oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, diikuti oleh seluruh Jajaran TNI, Forkopimda, dan para Kepala Desa. (Ls)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Lampung Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya
Dukung Tim Pemadam Lapangan, Pemprov Lampung Salurkan Bantuan Logistik dan Alat Karhutla
TP PKK Lampung Perkuat 10 Program Pokok PKK melalui Desa TAPIS
DLH Lampung Tinjau Progres Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC di Seluruh Daerah
Lestarikan Warisan Leluhur, Ketua TP PKK Lampung Dorong Pemuda Kenalkan Budaya Daerah
Peredaran Narkotika Lewat Vape Jadi Perhatian, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Pencegahan
Sinergi Pemprov, TNI-Polri, dan Pemkab-Pemkot Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Lampung Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Dukung Tim Pemadam Lapangan, Pemprov Lampung Salurkan Bantuan Logistik dan Alat Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

TP PKK Lampung Perkuat 10 Program Pokok PKK melalui Desa TAPIS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43 WIB

DLH Lampung Tinjau Progres Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC di Seluruh Daerah

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:16 WIB