SMSI Angkat Isu Pilkada dan Demokrasi Pancasila di Tengah Meningkatnya Biaya Politik

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat.

Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, S.H., M.H., menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.

Prof. Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. Ia menilai bahwa persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.

Menurut Prof. Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., M.Si, menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.

Namun demikian, Prof. Taufiqurokhman mengakui bahwa diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.

Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (*)

Berita Terkait

Kementerian Ekraf dan HDMI Perkuat Ekosistem Desain Mebel Nasional
Kementerian Transmigrasi Siap Revitalisasi Kawasan Tomini Raya dan UPT Nelayan Moian
Bibit Siklon Tropis 90S Berpeluang Tinggi Berkembang, BMKG Pantau Intensif 24 Jam
Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat Di usia 90 tahun
Kementerian Ekraf Siap Fasilitasi Standardisasi dan KUR Ekraf bagi Produk Desa
Penggeledahan di Riau dan Medan, Kejagung Kejar Aset Tersangka Kasus CPO
Presiden Prabowo: Harmoni Imlek Nusantara Cerminkan Indonesia yang Beragam dan Bersatu
Menag Luruskan Isu Zakat, Ajak Masyarakat Dukung Pengembangan Wakaf dan Infak Secara Profesional

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:55 WIB

Kementerian Ekraf dan HDMI Perkuat Ekosistem Desain Mebel Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:20 WIB

Kementerian Transmigrasi Siap Revitalisasi Kawasan Tomini Raya dan UPT Nelayan Moian

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:28 WIB

Bibit Siklon Tropis 90S Berpeluang Tinggi Berkembang, BMKG Pantau Intensif 24 Jam

Senin, 2 Maret 2026 - 13:32 WIB

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat Di usia 90 tahun

Senin, 2 Maret 2026 - 13:07 WIB

Kementerian Ekraf Siap Fasilitasi Standardisasi dan KUR Ekraf bagi Produk Desa

Berita Terbaru