Melalui Olahraga Catur, Wagub Banten Dorong Pembinaan Mental Generasi Muda

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menilai permainan catur memiliki filosofi mendalam yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, catur tidak hanya berfungsi melatih pola pikir, tetapi juga efektif membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

​Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Babak Final Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Tahun 2025 dan Open Ngeround Akhir Tahun 2025 Percasi Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/12/2025).

​Dimyati mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi tersebut. Ia berharap ajang ini dapat memunculkan bibit atlet catur potensial sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

​”Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya bermain telepon seluler atau menonton televisi saja, tetapi berinteraksi secara nyata. Dengan demikian, mereka akan memiliki jiwa sportif, mental pejuang yang pantang menyerah, dedikasi, integritas, serta jiwa kepemimpinan,” ujar Dimyati.

​Lebih lanjut, Dimyati menekankan pentingnya aspek perencanaan dan analisis dalam catur yang selaras dengan pengambilan keputusan dalam hidup. Ia mengibaratkan langkah catur sebagai manajemen risiko.

​”Dalam catur, berpikir dulu baru melangkah, jangan sebaliknya. Lakukan analisis risiko atau analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terlebih dahulu. Setiap langkah harus dilakukan dengan keyakinan,” tegasnya.

​Selain aspek strategi, Dimyati menyoroti nilai sportivitas dan saling menghargai yang diajarkan dalam olahraga ini. Menurutnya, catur adalah permainan damai yang mengedepankan intelektualitas tanpa kekerasan fisik.

​”Tidak ada perkelahian dalam catur. Baik yang kalah maupun yang menang sama-sama tertawa,” ucapnya.

​Menutup pernyataannya, Dimyati menjelaskan bahwa catur juga mengajarkan pemberdayaan peran. Setiap bidak, mulai dari pion hingga menteri, memiliki fungsi krusial untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini dapat melatih kesabaran, ketekunan, dan kewaspadaan.

​”Catur melatih kesabaran dan ketekunan. Kalau terburu-buru bisa kalah. Catur juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah serta tidak boleh lengah,” pungkas Dimyati.(Ls)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Gubernur Andra Soni Lepas Atlet Gateball Banten Menuju Kejurnas 2026
Andra Soni Berharap Sin Po TV Terus Jaga Akurasi dan Kepercayaan Publik
Gubernur Andra Soni Dorong Pesantren Jadi Penggerak Kemandirian Umat di Banten
Penuh Haru, Andra Soni Mengenang Wisuda Bersama Kedua Orang Tuanya
Gubernur dan Wagub Banten Raih Penghargaan di Banten Achievement Award 2026
Sisihkan Waktu di Tengah 10 Undangan, Wagub Banten Hadiri Pernikahan Putri Firdaus di Cilegon
Banjir Promo Otomotif di Tangsel Otozone 2026, Wagub Banten: Momen Tepat Manfaatkan Diskon Akhir Tahun!
Hadiri Muktamar XI di Cilegon, Gubernur Andra Soni Ajak Al Khairiyah Teruskan Warisan KH Brigjen Syam’un

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Andra Soni Lepas Atlet Gateball Banten Menuju Kejurnas 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Andra Soni Berharap Sin Po TV Terus Jaga Akurasi dan Kepercayaan Publik

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Gubernur Andra Soni Dorong Pesantren Jadi Penggerak Kemandirian Umat di Banten

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Penuh Haru, Andra Soni Mengenang Wisuda Bersama Kedua Orang Tuanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur dan Wagub Banten Raih Penghargaan di Banten Achievement Award 2026

Berita Terbaru