Peran Keluarga Dinilai Krusial, DPRD DIY Ingatkan Bantuan Stunting Tepat Sasaran

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (joke)

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (joke)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Upaya menekan angka stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai tidak cukup jika hanya bertumpu pada intervensi pemerintah. Peran keluarga, khususnya kepala keluarga, menjadi penentu utama keberhasilan program penanganan stunting. Tanpa kesadaran bersama di tingkat rumah tangga, bantuan negara berisiko tidak tepat guna dan gagal memenuhi kebutuhan gizi anak.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan, praktik egoisme dalam keluarga harus diakhiri jika persoalan stunting ingin ditangani secara serius. Ia mengungkapkan, masih dijumpai kasus bantuan penanganan stunting, baik berupa uang tunai maupun bahan pangan, tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan tumbuh kembang anak.

Dalam sejumlah keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, bantuan yang semestinya difokuskan pada pemenuhan gizi anak justru dialihkan untuk kebutuhan lain. “Bantuan itu tujuannya jelas, untuk anak. Jika kemudian digunakan untuk hal-hal lain, seperti merokok, dampaknya sangat merugikan keluarga itu sendiri,” ujar Eko.

Menurut dia, perilaku tersebut bukan hanya menghambat pertumbuhan anak, tetapi juga memperpanjang persoalan stunting yang seharusnya bisa dicegah sejak dini. Karena itu, penanganan stunting harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, melalui kesadaran orang tua akan pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta penggunaan bantuan secara bertanggung jawab.

Selain peran keluarga, Eko menilai dukungan lingkungan sekitar juga krusial. Keterlibatan kader kesehatan, pengurus kampung, hingga perangkat kelurahan dibutuhkan agar program penanganan stunting berjalan efektif dan benar-benar menyentuh sasaran.

Dari sisi kebijakan, pemerintah daerah disebut telah menunjukkan komitmen dengan memperkuat dukungan anggaran. Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, disepakati alokasi Rp 100 juta untuk setiap kelurahan di Kota Yogyakarta.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,5 miliar dan diperuntukkan khusus bagi penanganan stunting. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan makanan sehat bagi balita, ibu hamil, hingga calon pengantin yang membutuhkan perhatian khusus. “Bismillah, tahun 2026 kita alokasikan Rp 100 juta per kelurahan. Anggaran ini 100 persen untuk mengatasi stunting,” kata Eko. (ihd)

Berita Terkait

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting
Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan
DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam
Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’
Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang
Eko Suwanto Mengenang Dominikus Adi Sutarwijono, Pejuang Sederhana
DPRD Jogja Kolaborasi dengan Media dan Wirausaha, Dorong UMKM Naik Kelas
Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Jalan Panggang–Wonosari, Anggaran Jadi Kendala
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:12 WIB

Kebijakan dan Kenaikan Danais, DPRD Kota Yogya Pacu Target Zero Stunting

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:56 WIB

Dana Desa DIY Anjlok 74 Persen, Pemda Kucurkan BKK Rp132,5 Miliar untuk Kalurahan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:45 WIB

DPRD DIY Protes Pemotongan Dana Desa 58,03 Persen, Infrastruktur dan Program Stunting Terancam

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:42 WIB

Penyiaran Digital di DIY, Eko Suwanto Soroti Elektronifikasi yang ‘Stagnan’

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:14 WIB

Reses Awal Ramadhan, DPRD Kota Yogyakarta Sinkronkan Aspirasi Warga dengan Musrenbang

Berita Terbaru