16 Tahun BNPP, Mendagri Dorong Pengelolaan Perbatasan Semakin Kuat

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menyoroti sejumlah capaian sekaligus mendorong penguatan pengelolaan wilayah perbatasan agar semakin berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 BNPP RI di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dalam momentum tersebut, Mendagri menyampaikan harapannya agar wilayah perbatasan tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang (backyard), melainkan menjadi halaman depan (front yard) Indonesia. Menurutnya, kawasan perbatasan perlu didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan keadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang pada akhirnya turut memperkuat sistem pertahanan negara.

“Di usia ke-16 tahun, kita mengambil momentum hari ulang tahun ini untuk melakukan evaluasi apa yang kira-kira plus (hal positif) yang sudah dicapai oleh BNPP, dan apa yang masih belum sesuai harapan, dan bagaimana nanti BNPP itu ke depan,” katanya.

Dalam arahannya tersebut, Mendagri menyebut sejumlah capaian positif BNPP, salah satunya pembangunan setidaknya 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) beserta fasilitas gedung yang dinilai baik. PLBN menjadi gerbang sekaligus etalase bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga. Ia juga menilai tata kelola PLBN sejauh ini telah berjalan cukup baik.

Selain pembangunan PLBN, Mendagri menyoroti peran BNPP dalam penyelesaian segmen-segmen perbatasan yang masih bersengketa, terutama di wilayah daratan dengan Malaysia dan Timor-Leste. Menurutnya, terdapat sejumlah kemajuan yang ditandai dengan berkurangnya segmen yang sebelumnya masih disengketakan.

“Ini melibatkan tidak hanya BNPP, tapi banyak stakeholder, Kemenlu, Kemenhan, dan lain-lain, tapi BNPP masuk dalamnya,” tuturnya.

Mendagri juga menyampaikan sejumlah peran BNPP lainnya, termasuk dalam membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera. Selain itu, BNPP mulai mendorong penyelesaian persoalan perbatasan secara mendasar, salah satunya di Pulau Sebatik.

“Kemudian program-program yang bersifat kecil, mikro, skala mikro, di beberapa titik menyelesaikan masalah-masalah perbatasan di Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Timor-Leste yang bersifat spesifik, ada juga yang berhasil diselesaikan. Ini adalah catatan-catatan yang menurut saya cukup baik,” ungkapnya.

Meski terdapat sejumlah capaian, Mendagri mengingatkan jajaran BNPP untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Upaya tersebut perlu didukung dengan penguatan penyusunan program prioritas, penguatan rencana induk pembangunan daerah perbatasan, serta evaluasi rutin terhadap program-program yang dikerjakan kementerian/lembaga (K/L) di kawasan perbatasan.

“Kita berusaha terus untuk mendorong K/L-K/L membuat program di perbatasan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mendagri mendorong agar berbagai kerja dan capaian BNPP dapat disampaikan kepada publik melalui media-media kontemporer yang berkembang. Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan dan peran BNPP semakin dikenal serta mendapat dukungan publik dan pemerintah.

“Semoga di hari ulang tahun ini membuat setiap individu, anggota dari jajaran BNPP bisa bekerja dengan lebih baik, melakukan introspeksi, dan saya pasti akan mencari orang-orang yang baik untuk menempati jabatan-jabatan dan promosi yang ada di lingkungan BNPP,” pungkasnya.

Sementara itu, sesuai arahan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan, perayaan HUT ke-16 BNPP dilaksanakan secara sederhana melalui tumpengan, pemberian bantuan kepada pihak yang kurang mampu dan anak-anak yatim, serta pemberian penghargaan kepada pegawai yang telah bekerja dalam rentang waktu tertentu (Satyalancana Karya Satya).

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, segenap deputi, asisten deputi, tenaga ahli, dan jajaran BNPP.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dorong Ekonomi Desa Melesat, Wamendagri Bima Arya Minta KDKMP Gandeng BUMN dan Unsur Desa
Dorong Kemandirian Energi Wilayah 3T, Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Lirik Potensi EBT
Lakukan Penanganan Komprehensif, Wamendagri Wiyagus Soroti Peran Kunci Forkopimda Hadapi Karhutla Kaltim
Kejari Kota Bekasi Gandeng BRI, Kajari: Kerja Sama Jangan Sekadar Seremonial
Tak Boleh Asal Buat Rules! Mendagri Pastikan Regulasi Daerah Beneran Berdampak dan Tepat Sasaran
Siap Hadirkan Air Siap Minum, Satgas PRR Gandeng BRIN Verifikasi Lokasi Arsinum di Aceh Utara
Wamendagri Wiyagus Minta Demak Jadi Inspirasi Daerah Lain dalam Pemberantasan TBC
Tak Cuma Humas! Mendagri Minta Diskominfo Jadi Motor Utama Komunikasi Strategis Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dorong Ekonomi Desa Melesat, Wamendagri Bima Arya Minta KDKMP Gandeng BUMN dan Unsur Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Dorong Kemandirian Energi Wilayah 3T, Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Lirik Potensi EBT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Lakukan Penanganan Komprehensif, Wamendagri Wiyagus Soroti Peran Kunci Forkopimda Hadapi Karhutla Kaltim

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Kejari Kota Bekasi Gandeng BRI, Kajari: Kerja Sama Jangan Sekadar Seremonial

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Tak Boleh Asal Buat Rules! Mendagri Pastikan Regulasi Daerah Beneran Berdampak dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru